Masjid kampus UGM sekarang sudah banyak mengalami perubahan.
Sudah lama aku jarang ke masjid kampus. Kurang lebih sejak wisuda ku pada agustus
2001. Masih teringat dulu waktu pertama kali masjid ini baru mau digunakan. Satu kost-kostan ku rame-rame kerja bakti memasang lampu-lampu masjid mengejar target supaya bisa lekas digunakan menyambut bulan Romadhon pertama untuk masjid ini.
Walo belum jadi 100% masjid ini sudah rame. Setiap bulan buasa tidak pernah absen satu kalipun untuk buka bersama disini, bahkan sampa1 acara saur pun kadang masih sempat kesini. Walo kadang kalo lagi males saur di masjid temen satu kost ku masih sempet membawakan nasi bungkus dari masjid kampus.
Hari ini aku sholat Jum’at di sini. Tak sengaja aku mengamati kondisi masjid kampus ini, banyak terjadi perubahan disana-sini. tempat ruang penitipan barang, lapak-lapak yang tambah rame, taman yang tambah asri bahkan bedug besar kokoh berdiri di salah satu sudut masjid.
Belum tau apa kegunaan bedug sebesar ini untuk masa sekarang, apakah hanya hiasan belaka, atu ada keguaan yang lainya. Pada masa sekarang fungsi bedug kayaknya sudah tidak terlalu penting lagi. sudah ada metode lain yang lebih efektif yakni pengeras suara.
Asal tidak beranggapan bahwa masjid tanpa bedug membuat masjid tidak afdol atau kepercayaan lainya yang bisa membawa ke anggapan lainya yang bisa menyimpang dari aqidah yang benar.
Yang masih nampak sama hanyalah parkiran yang masih semrawut. walau sudah ada petugas dan karcis parkiran.
Moga semakin berkembang masjid yang penuh sejarah dan kenangan ini bagiku.







ihik..ihik…ihiik…
romatis banget…, kenangannya…
jadi rindu ramadhan…
Hik..hik juga…Mang kamu punya kenangan di maskam po..waktu lu masih kuliah di ugm kan baru cuma gelanggang mahasiswa..yo gak
waah.., jd inget romantika buka bersama di Maskam di tahun 2000-2004. Senang dan sedih bercampur jd satu
Jawab: